T1 mengalahkan G2 Esports 3-2 di grand final yang penuh ketegangan untuk meraih trophy VCT Masters Bangkok. Dengan kemenangan ini, T1 menegaskan diri sebagai salah satu tim terbaik di dunia Valorant.
.@JonahP_ SNAPS in round 6 for G2. #VALORANTMasters pic.twitter.com/ffAa4JF79M
— VALORANT Champions Tour (@ValorantEsports) March 2, 2025
T1 sempat tertinggal setelah G2 membuka pertandingan dengan kemenangan telak 13-5 di Lotus. Namun, T1 membalas di Haven dengan kemenangan 13-9 yang menjaga peluang mereka tetap hidup.
G2 kembali memimpin setelah meraih kemenangan tipis 13-11 di Abyss. Meski tertinggal, T1 memaksa overtime di Split dan berhasil menang dramatis 15-13.
Penentuan terjadi di Pearl, di mana T1 menunjukkan mental juara mereka. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan 16-14 yang memastikan gelar pertama mereka di VCT Masters.
This duo pic.twitter.com/EXFCoNxGzd
— VALORANT Champions Tour (@ValorantEsports) March 2, 2025
Kemenangan ini menjadi momen emosional bagi T1, terutama bagi BuZz dan stax yang akhirnya mengangkat trophy internasional setelah hampir empat tahun bermain bersama. Meteor tampil luar biasa di grand final dengan mencetak 18 first kills di lima peta dan dinobatkan sebagai MVP Masters Bangkok tahun ini.
Meski harus menerima kekalahan, G2 tetap optimis menghadapi turnamen mendatang. Pelatih mereka, JoshRT, berjanji bahwa timnya akan kembali lebih kuat di kompetisi VCT berikutnya.
Bagi T1, kemenangan ini hanyalah awal dari ambisi besar mereka. Mereka kini membidik gelar di Masters Toronto dan Champions sebagai target berikutnya.