Kegagalan Sony Menangani Demon's Souls

Kamis, 20 Februari 2025

Kegagalan Sony Menangani Demon's Souls

Kehilangan Kesempatan karena Kekecewaan FromSoftware
Demon's Souls PS3

Penanganan buruk Sony terhadap perilisan Demon's Souls di PS3 menjadi cerita yang cukup terkenal. Shuhei Yoshida, eksekutif PlayStation waktu itu, mengaku tidak memahami game tersebut dan bahkan menyebutnya "sampah".

Keputusan Sony untuk tidak melokalisasi game ini dalam bahasa Inggris membuat Atlus mengambil alih di Amerika Serikat dan Bandai Namco di Eropa. Hal ini membuat FromSoftware kecewa dan menolak tawaran Sony untuk menerbitkan sekuelnya.

"Kami ingin bekerja dengan FromSoftware lagi, namun mereka menolak karena kekecewaan terhadap cara kami menangani Demon's Souls," kata Yoshida dalam podcast Sacred Symbols+. Keputusan ini membuat Sony kehilangan kesempatan besar untuk mengerjakan Dark Souls.

Sejak itu, FromSoftware bekerja dengan Bandai Namco untuk merilis Dark Souls, sementara Sony baru bisa kembali bekerja dengan mereka melalui Bloodborne di PS4. Bloodborne tetap menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar PlayStation, terutama terkait kemungkinan remaster atau remake-nya.

Yoshida mengakui kesalahan Sony dalam tidak menyadari potensi besar yang dimiliki Demon's Souls. Dalam wawancaranya dengan Game Informer, ia mengungkapkan bahwa ia bahkan menganggap game tersebut "sangat buruk" setelah memainkan dua jam pertama.

Delapan tahun kemudian, Sony akhirnya merilis remake Demon's Souls untuk PS5. Remake ini disebut-sebut sebagai "game peluncuran terbaik PlayStation", namun pertanyaan besar tetap ada: bagaimana jika Sony lebih peka sejak awal?

Baca Juga

Bagikan artikel ini

Harap Berkomentar dengan Baik dan Benar

Add Your Comment