Fishman dikenal sebagai penguasa lautan, mampu berenang dengan kecepatan luar biasa dan bernapas di dalam air. Namun, bagaimana jika mereka memakan Buah Iblis yang justru membuat mereka kehilangan kemampuan itu?
Sejarah telah mencatat beberapa Fishman yang mengambil risiko dengan memakan Buah Iblis, meski konsekuensinya begitu besar. Mereka mendapatkan kekuatan luar biasa, tetapi pada saat yang sama, kehilangan sesuatu yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.
Vander Decken IX adalah salah satu contohnya. Dengan kekuatan Mato Mato no Mi, ia bisa menandai siapa pun dan menyerang mereka tanpa harus mendekat. Namun, akibat kutukan Buah Iblis, ia tak lagi bisa berenang dan harus bergantung pada gelembung pelindung agar tetap hidup di bawah laut.
Nasib serupa juga dialami oleh Jack, seorang keturunan Fishman raksasa yang memakan Ancient Zoan. Kekuatan barunya membuatnya menjadi lawan tangguh, tetapi begitu tubuhnya jatuh ke lautan setelah dihantam Zunisha, ia tak lagi bisa bergerak meski tetap bisa bernapas di dalam air.
Buah Iblis memang memberikan kemampuan yang luar biasa, tetapi juga membawa konsekuensi besar. Lautan yang selama ini menjadi tempat berlindung justru berubah menjadi ancaman. Fishman yang memakannya bukan hanya kehilangan kemampuan berenang, tetapi juga menghadapi risiko yang lebih besar saat bertarung di laut.
Namun, bagi beberapa Fishman, kekuatan yang diberikan oleh Buah Iblis mungkin lebih berharga dibandingkan kehilangan yang harus mereka terima. Zoan Kuno atau Mythical Zoan, misalnya, memberikan kekuatan fisik luar biasa yang bisa mengubah jalannya pertempuran. Tetapi, apakah itu benar-benar sepadan?
Pada akhirnya, pilihan tetap ada di tangan mereka. Apakah mereka akan tetap setia pada warisan dan kekuatan alami yang diberikan lautan? Atau justru mempertaruhkan segalanya demi kemampuan baru yang bisa mengubah takdir mereka?